Pengalengan Ikan
Drs.R.Moelyanto
Kata Pengantar
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang telah memberikan hikmat sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini. Tugas ini merupakan laporan hasil membaca dalam rangka memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI semester gasal.
Buku yang saya pilih dalam membuatlaporan adalah buku tugas tentang laporan hasil membaca buku non fiksi, yangberjudul Pengalengan Ikan yang disusun oleh Drs. R. Moelyanto. Semogga pembuatan tugas ini dapat bermanfaat bagi orang lain dan diri saya sendiri,meskipun masih banyak terdapat kekurangan semoga dapat menambah wawasanbagi pembacanya.
Terimakasih saya ucapkan kepada ibu Yasingta Prapti Spd. Selaku guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah banyak member saran dan masukan sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik sebagaimana mestinya dan apa adanya.
Dengan terususunnya buku ini diucapkan banyak terimakasih kasih kepada Ibu Yasingta Prapti. Spd yang telahmembatu pembuatan laporan Bahasa Indonesia, serta orangtua dan teman teman yangtelah memberikan dukungan sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini.
Saya sebagai penulis yang belum mahir, dengan segala kerendahan hati menerima segala kritik dan saran dalambentuk apapun. Semoga semua kritik dan saran yang anda berikan dapat membuat tulisan saya kedepnnya lebih baik.
Penulis
Kezia
Samantha
BAB 1
Laporan hasil membaca buku ini adalah laporan buku nonfiksi berupa buku yang berjudul Pengalengan Ikan. Laporan ini dikerjakanuntuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia XI semester gasal.
Identitas buku :
PENGALENGAN IKAN
Disusun oleh : Drs. R. Moelyanto
Cetakan I dengan judul : Pengolahan Ikan untuk Indonesia
Diterbitkan oleh : Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Nelayan Indonesia (Nelpan), Jakarta 1968
Cetakan selanjutnya
Cetakan I : 1967
Cetakan II : 1982
Diterbitkan oleh : P.T.Penebar Swadaya, Anggota IKAPI
Cetakan : III – Jakarta 1985
ISBN :
Jumlah halaman : 50 lembar
Ukuran : 20cm x 14,5cm
Harga : tidak diperdagangkan
Format Perwajahan
Depan : warna dasar coklat, dengan judul berwarna putih, terdapat gambar 2 ekor ikan dan warna hijau di pinggir buku
Belakang : warna dasar hijau
Kepengarangan
Drs.
R. Moelyanto
BAB 2
Laporan isi buku
PENGALENGAN IKAN
Pengalengan Ikan
Pengawetan adalah cara pengolahan yang menyelamatkan bahan makanan dari pembusukan. Dengan cara pegalengan ikan dapat menghambat mikroorganisme.
- Aspek Bakteriologis Ikan Kaleng
Pengawetan dengan suhu tinggi (110˚ – 120˚C) akan membuat steril. Tingginya suhu waktu setilisasi dapat dikurangi dengan jalan merendahkan pH dari ikan kaleng.Dalam pengalengan, makanan dibagi menjadi dua, pH < 4,5 dan Ph > 4,5. Clostrium botulinum adalah bakteri palig berbahaya dalam pengalengan ikan. Untuk menghindari over – cooking maka harus diketahi lamanya pemanasan.
- Tahap Tahap Dalam Pengalengan ikan
- Penyelidikan dan pemilhan bahan mentah
Untuk mendapatkan kualitas ikan yang baik perlu memilih ikan yang berkualitas baik. Dalam pengalengan kesegaran ikan memegang peran penting. Cara dan lama penyimpanan mempengaruhi mutu produk.
- Cara pengawetan sementara dari bahan mentah
- Penambahan bahan kimia
- Chilling
- Pembekuan
- Penyiangan dan pencucian
- Memisahkan isi perut dan bagian yang tidak dikalengkan
- Kemudian ikan dicuci. Ikan dapat dicuci dengan Brine encer, akan membantu melarutkan sisa sisa darah dan lender daging menjadi lebih kompak dan lebih enak
- Perlakuan terhadap bahan mentah sebelum dikaleng
- Penggaraman
- Atau Brining untuk menghilangkan sisa darah dan lender atau memperbaiki tekstur daging
- Dilakukan secara langsng atau direndamcdalam brine sebelum pengalengan
- Kadar garam yang baik adalah 1,1-1,6%.
- Precooking
- Pada tahap ini saus yang berminyak jadi encer tercampur air.
- Mengukus sebelum dipotong potong, Lama pengukusan dan tinggi suhu tidak boleh berlebihan
- Pengeringan, pengasapan, digoreng. dll
- Tujuannya adalah mengurangi kadar air, memperbaiki tekstur ikan dan memberikan baud an citarasa yang lebih baik.
- Pengisian Kaleng
Pemotongan ikan pun harus dibuat sesuai bentuk dan ukuran kaleng. Jika kurang padat dapat ditambahi serpihan daging. Sebelum di pakai kaleng harus bersih dan kering.
- Pengeluaran udara (exhausting) dan penutup kaleng
Adalah penghampaan udara. Akan terbukti bahwa cara pengalengan baik. dapat dilakukan dengan diletakkan didalam ruang hampa udara.
- Penambahan saus
Sebelum penutupan lebih dahulu ditambahkan saus.
- Brine (larutan garam)
Saus brine biasa dipakai sebagai medium pengalengan ikan Tuna, ikn sardine dan kembung
- Saus minyak
- Saus tomat
- Penutupan kaleng
Cara menutup kaleng seperti aluran sekrup. Bagian penting dalam mesin penutup kaleng : Slamer head, chuck, dan roll- roll
- Pemanasan (Sterilisasi)
Menggunakan reseptor atau pressure cooker.
- Pendinginan (Colling)
- Pemasangan label
- Wadah dalam pengalengan ikan
- Kaleng
Dilapisi timah putih untuk melindungi kaleng dari karat. untuk mencegah pengaratan dengan diberi lacquer atau coating.
- Kaleng Alumunium
Lebih ringan tidak berkarat. Terdapat banyak keuntungan menggunakan kaleng alumunium
- Gelas
Memiliki keuntungannya seperti tidak berkarat, tidakbocor, dan isinya dapat dilihat konsumen.
- Pengalengan Ikan Sebagai Industri Perumahan
Antara industri perumahan pada dasarnya tidak ada perbedaan. Di Indonesia harga kaleng masih mahal karena masih haris impor. Kaleng dapat diganti menggunakan botol (gelas) yang juga memberikan keuntungan yang lain.
- Cara – Cara Pengalengan Ikan
- Pengalengan ikan kecl (teri, sardine kecil)
Untuk membuat tekstur daging ikan tidak hancur dan memiliki bau yang tetap sedap perlu lakukandiambil langkah langkah pencegahan.
- Pengalengan ikan sardine (lemuru)
- Penanganan
- Sampai saat ini penanganan ikan lemuru belum sebagaimana mestinya
- Paling baik adalah pendinginan dengan brine
- Persiapan
- penyiangan dengan mencuci ikan, memisahkan ikah yang akan di gunakan lalu membuang kepala dan isi perut.
- Peredaman di dalam brine ±25% selama 4-15 menit, sesuai dengan besarnya.
- pengisian dalam kaleng, lebih dahulu kaleng diolesi minyak goreng.
- Precooking
Tujuannya untuk mengurangi kandungan air dalam ikan dan dapat memperbaiki tekstur dagingsardine
- Penambahan saus
- Penutupan kaleng
- Retor
- Pengisian dan pengemasan
- Cara “ flaking”
Memasukkan dalam brine pada “tray-tray” selama 7-10 menit, tergantung besarnya ikan. Ikan yang sudahdikukus lalu dikeringkan dalam kotak pengering dengan suhu 43-44˚C selama 1 jam.Kemudian dikemas dalam kaleng.
- Cara pengukusan dalam kaleng
brine dimasukkan dalam kaleng baru kemudian ikannya. Lalu dikukus.
- Cara kemasan (Raw pack method)
Dikukus selama 8-30 menit dengan suhu 100˚C, balik kaleng untuk meniriskan air lalu keringkan
- Panggangan
- Pembuatan saus tomat
- Kukus tomat sampai kulitnya pecah, lalu peras. Sari yang didapat masih encer danperlu dikentalkan .
- Ditambahkan minyak dan bumbu
- Dipanaskan sampai 70% kemudian didihkan
- Tambahkan stabilizer atus kira kira 15 menit.
- Tambahkan Na-metabisulphit, aduk 10 menit.
- Pengalengan ikan-ikan yang berukuran sedang
- Pengalengan ikan Bandeng (Milk-fish = Chanos chanos)
Dicuci lalu dibuang isi perut, sisik, sirip, kepala ekor. Dipotong di rendam brine 60 menit. Lakukan exhausting 15-30 menit. tambahkan saus
- Pengalengan ikan jenis Kembung (Mackerel)
Membuang bagian yang tidak perlu, potong sesuai ukuran kaleng. Rendam dalam brine, lalu masukkan ke dalam kaleng. Lakukan exauting
- Pengalengan Ikan tawar
Belah menjadi dua, buang bagian yang tidak penting. Rendam dalam brine kira-kira 1-2 jam. dikukus 10-15 menit
- Pengalengan ikan Tuna (tongkol)
Yang dilakukan pertama penyediaan dan pengawetan bahan mentah. Menguji kesegaran bahan mentah lalu melakukan precooking. Memisahkan tuna loin dan memotongnya lalu mengisinya ke dalam kaleng. Menambahkan saus lalu menutupnya. Lalu melakukan sterilisasi.
- Pengalengan tuna secara perumahan
Cara pertama dengan Ikan yang telah dipotong direndam brine hangat. Cara kedua dengan mengukusnya.
- Pengalengan Udang
Udang yang sudah
dibersihkan direndam brine. Lalu udang di serakkan di atas anyaman kawat.
BAB 3
PENUTUP
KESIMPULAN
Pengawetan ikan dapat dilakukan dengan pengalengan. Pengalengan dapat menggunakan dengan berbagai wadah. Ada berbagai jenis ikan yang dapat dikalengkan. Cara pengalengannyapun tiap ikan tidaklah sama. Pengalengan ikan dapat digunakan sebagai industry perumahan.
TANGGAPAN
Menurut saya sebagai pembaca buku ini sagat bermanfaat karena dapat memberikan pengetahuantentang cara pengalengan ikan lele untuk industry rumahan dan menggugahsemangat pembacanya untuk lebih berani mebangun usaha pengalengan. Dapat memberikaninformasi tentang cara penanganan ikan yang baik.